Tips Mengatasi Bridezilla Syndrome

9 months ago
Share:
Tips Mengatasi Bridezilla Syndrome

Mempersiapkan pernikahan bagi seorang pria mungkin terlihat sepele. Mereka menganggap hari ini sama sederhananya dengan hari-hari yang lain sehingga mereka akan berpikir persiapannya pun akan sederhana. Berbeda dengan kaum wanita yang menganggap hari ini adalah hari yang sangat istimewa, harus dipersiapkan dengan sangat istimewa, dan tak heran bila ini membuat mereka menjadi super stres. 


Keinginan menjadikan hari istimewa ini sebagai hari yang sempurna membuat calon pengantin wanita stress dan cenderung lebih sensitif dari biasanya. Tak jarang ia menangis dan marah karena hal sepele. Fenomena ini disebut Bridezilla syndrome.


Istilah bridezilla syndrome memang bukan istilah resmi dalam dunia psikologi. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pengantin yang mengamuk (marah dan menangis) kepada vendor, pasangan, pengiring pengantin, atau keluarga, ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya. Sindrom ini biasanya disebabkan impian pernikahan yang tidak terwujud atau karena hampir semua hal tentang persiapan pernikahan dibebankan kepada dirinya. 


Untuk mengatasi sindrom ini, coba lakukan beberapa tips dibawah ini.



Rencanakan pernikahan dari jauh hari

Waktu yang terlalu minim dalam mempersiapkan pernikahan membuat kamu stres karena akan banyak sekali impian yang tak dapat terwujud. Perencanaan yang dilakukan jauh-jauh hari membuat persiapan kamu lebih matang, sehingga pernikahan impian dapat terwujud. 


Berbagi peran

Jangan memikul semua beban sendirian. Bagikanlah juga kepada pasangan, keluarga dan teman dekat. Ajak mereka memahami apa yang kamu inginkan dan percayakan mereka untuk membantumu. 



Komunikasi dengan pasangan

Untuk menghindari perselisihan saat mempersiapkan pernikahan, kamu perlu menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan. Siapa tahu, pasangan bisa memberikan solusi yang kamu butuhkan. 


Realistis

Kamu perfeksionis? Boleh tapi ingat bahwa tidak semua harus kamu kendalikan sendiri. Cobalah realistis dan kondisi dan kemampuanmu. 



Refreshing

Di sela-sela kesibukan mengurus persiapan pernikahan, sisihkan waktu untuk refreshing atau biasa disebut me-time. Kamu perlu pergi sejenak dari pusingnya mengurus pernikahan, pergilah ke salon untuk merawat diri agar lebih santai atau melakukan hal lain yang kamu suka, seperti menonton film favorit di bioskop atau sekedar menikmati secangkir kopi di kafe favorit.



Share: